5 Cara Mengoptimasi Blog WordPress

Optimasi WordPress adalah sebuah aplikasi yang sangat populer yang banyak dipakai untuk ngeblog. WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL. PHP dan MySQL, keduanya merupakan software open source. Selain digunakan untuk ngeblog, WordPress juga mulai digunakan untuk sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya mudah untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Berikut ini beberapa tips umum yang dapat Anda lakukan untuk Mengoptimasi blog WordPress Anda:

– Install plugin manajemen cache. Plugin-plugin seperti ini dapat mengurangi beban server secara drastis karena halaman-halaman maupun ‘perintah-perintah’ yang sering atau sudah pernah dikerjakan mereka simpan, sehingga apabila halaman yang sama (atau perintah yang sama) dibutuhkan, yang ditampilkan adalah halaman yang sudah disimpan sebelumnya. Plugin yang saya rekomendasikan di sini adalah W3 Total Cache.

– Apabila blog Anda cukup ramai lalu lintas diskusinya, gunakan layanan manajemen diskusi pihak ketiga. Apabila sebuah halaman artikel ditampilkan, masing-masing komentar yang ada akan memakan resource server tersendiri. Artinya, semakin banyak komentar, semakin banyak beban server yang digunakan. Penggunaan layanan pihak ketiga akan menghilangkan beban server tersebut. Layanan yang saya rekomendasikan di sini adalah Intense Debate.

– Alternatif solusi untuk poin kedua adalah mengatur setting WordPress di bagian Settings – Discussion agar opsi Break comments into pages aktif. Untuk jumlah komentar per halaman, meski defaultnya adalah 50, saya sarankan untuk mengubahnya menjadi 20 komentar per artikel.

– Lakukan optimasi database secara rutin. Anda bisa melakukannya secara manual melalui CPanel – PHPMyAdmin, atau dengan menggunakan plugin.

– Hindari menggunakan plugin yang banyak mengakses database. Plugin jenis ini biasanya berhubungan dengan artikel atau komentar blog Anda. Sebagai contoh, plugin related post, popularity contest, dan sebagainya. Cara untuk mengetahui apakah suatu plugin banyak menghabiskan beban server atau tidak dapat dilihat di bawah ini.

Demikianlah tutorial Smartmoslem kali ini. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://blog.babastudio.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *